20 June 2013

Man of Steel (2013)



Di atas (media) kertas, DC boleh bersaing dengan Marvel. Namun di layar kaca, DC tertampar berulang kali oleh kesuksesan ikon-ikon super hero milik Marvel. Praktis hanya Batman (trilogy) saja yang sukses mengimbangi (dikeroyok) kualitas dan pendapatan film Marvel. Green Lantern yang digadang-gadang meneruskan langkah sukses DC hanya menjadi angin lalu saja. Buruknya naskah serta pendapatan yang di luar perkiraan membuat Green Lantern terpuruk.

Namun itu tak membuat Warner Bros selaku induk DC patah arang. Meski sudah membuat Superman Returns di 2006, WB tetap ngotot membuat cerita baru dari super hero miliknya yang paling terkenal itu. Superman Returns sendiri tidaklah jelek-jelek amat. Angka USD 391 juta mampu ditembusnya. Namun Superman Returns dianggap terlalu manis, kurang kuat dan kurang gahar. This is reboot. This is Man of Steel.

Planet Krypton diambang kehancuran. Dalam situasi tersebut, Lara Lor-Van (Ayelet Zurer) yang hanya dengan didampingi suaminya, Jor-El (Russell Crowe), berhasil melahirkan anak secara alami, sebuah proses persalinan yang selama berabad-abad dilarang di planet tersebut. Anak lelaki itu dinamakan Kal-El. Secara kebetulan, penguasa militer Krypton, Jenderal Zod (Michael Shannon) melakukan kudeta. Namun upaya itu gagal. Zod dan komplotannya dibekukan di zona bayangan.

Melihat Krypton hendak hancur, Jor-El mengirim Kal-El ke planet bernama Bumi. Kapsul ruang angkasa yang membawa sang bayi jatuh di Kansas dan ditemukan pasangan tak punya anak Jonathan (Kevin Costner) dan Martha Kent (Diane Lane). Kal-El dibesarkan pasangan itu dengan nama Clark Kent. Lambat laun Clark sadar bahwa ia berbeda, ia punya kelebihan dibanding manusia biasa. Untuk mencari jati diri, Clark berkelana kesana kemari hingga ia menemukan siapa dirinya sebenarnya.

Lois Lane (Amy Adams), seorang gadis Metropolis yang juga seorang wartawan Daily Planet tiba-tiba menemukan dan mengetahui rahasia Clark. Rahasia Clark tetap terjaga hingga Zod datang ke bumi. Zod mengancam akan membinasakan bumi jika tak menyerahkan orang Krypton yang sedang dicarinya. Clark yang sudah menunjukkan identitasnya akhirnya menyerah. Ia tertawan. Namun niat Zod untuk menjadikan bumi sebagai Krypton kedua membuat Clark melawan.

Berkaca dari kesuksesan Batman, Cris Nolan dan David S Goyer diboyong ke proyek Man of Steel. Nolan ada di eksekutif produser sementara Goyer tetap menangani script. Mungkin itu menjadi salah satu penjelasan  mengapa Superman lebih kelam dan manusiawi. Alur cerita Man of Steel boleh dibilang Batman banget dengan lompatan flash back di sana-sini (non linear) yang bagi sebagian orang dirasa membingungkan. Pencarian identitas Clark juga sebelas dua belas dengan pencarian jati diri Bruce Wayne.

                              Jonathan : Nak, ayah dulu Robin Hood, lho.                    Clark : Ciyus
Di tangan Goyer, Superman benar-benar direboot total. Clark bahkan sudah mengenal Lois saat ia belum menjadi wartawan. Perry White (Laurence Fishburne) adalah orang kulit hitam. Ibarat Michael Clarke Duncan saat berperan menjadi Kingpin kan. Tidak ada Jimmy Olsen, gantinya adalah Jenny Olsen. Tak ada pendaratan kapsul berisi bayi Kal-El. Dan yang paling penting, Superman ala Snyder sudah tak bercelana luar lagi.

Saya pikir itu adalah lompatan besar dan positif, Sesuatu yang tak berani dilakukan Bryan Singer. Saya suka penjelasan Goyer yang menerangkan jika Superman bukanlah Superman. 'This is not S. This is Hope,' kata Clark saat Lois mencoba bertanya arti lambang di dadanya. Dan saya suka pengesampingan seperti itu yang ditegaskan lagi dengan lambang serupa tapi tak sama di diri Zod. Goyer juga memaparkan dengan logis dari mana kekuatan Clark berasal. Bukan karena ia dari Krypton, tetapi dari codex yang dimasukkan dan dicampur dengan sari pati tubuhnya. Dan semuanya dieksekusi dengan baik oleh Snyder.

Bila script dikuasai oleh Goyer dan dipengaruhi Nolan, maka visualisasi mutlak adalah milik Snyder. Dengan gambar-gambar ala Terence Malik, Snyder memperindah Man of Steel melalui tangan Amir Mokri. Untuk adegan pertarungan, Snyder adalah jagonya, contohnya sudah kita lihat di 300, Watchmen, Sucker Punch. Snyder selalu serius dan  hingar bingar soal berantem. Snyder juga cukup brutal dan dikatakan berlebihan. Namun itu sudah benar dan wajar karena yang bertarung memang adalah Alien, bukan manusia.

Untuk divisi casting, saya pikir semuanya bermain apik tanpa ada yang menonjol. Henry Cavill adalah idola baru dan permainannya mungkin belum maksimal karena ia memang tidak begitu teruji di film yang tak memerlukan akting sangat dalam ini. Michael Shannon, ya, tak ada yang meragukan kualitas aktor watak ini. Penampilannya tetap prima dan wajahnya cukup garang sebagai Jenderal Zod. Namun untuk saya sendiri, wajah garang itu masih berbayang wajah bodoh Bobby Monday, seorang polisi korup di Premium Rush. Amy Adams memang berakting prima sebagai Lois Lane, namun saya kok nggak sreg dengan cast nya. Lois Lane yang saya bayangkan tak ada pada diri Amy. She's not hot at all besides, she's older than Henry. Dan itu membuat chemistry Clark-Lois berantakan.

Justru yang mencuri perhatian adalah Faora-Ul (Antje Traue), bawahan Zod. Banyak yang mengatakan dia seksi meski terbalut baju zirah tebal Krypton. Kevin Costner, Diane Lane, dan Laurence Fishburne tetap pada kapasitasnya di dalam peran terbatas mereka.

Manusiawi menjadi kata kunci di Man of steel. Lihat bagaimana Clak kecil dan remaja bingung sekaligus galau dengan kekuatannya. Kekuatan besar itu tidak manusiawi tetapi Jonathan dan Martha memanusiawikannya dengan segala nasihatnya hingga Clark terus menjadi manusia tanpa terjerumus pada penggunaan kekuatannya yang tanpa batas itu. Clark terus saja dibully di saat kecil dan dilecehkan saat dewasa, namun ia tetap bisa mengendalikan kekuatannya dan menggunakannya dengan caranya sendiri. Ada banyak quote menarik tentang kemanusiawian super hero ini, terutama pada hubungan ayah-ibu-anak (Jonathan-Martha-Clark).

Bayangin, Superman diborgol. Manusiawi banget

Sayangnya chemistry Jonathan dengan Clark kurang dapat, kurang begitu hangat. Chemistry erat justru lebih kepada Martha dan Clark. Sayang sekali, Diane Lane terlihat sudah sangat menua di sini. Dalam menghadapi Zod sekalipun, Clark ditampilkan tetap manu  siawi. Adegan akhir adalah buktinya. Meski ia membunuh pun, ia melakukannya ala manusia. Dan ia sangat merasa terpukul.

Seperti kita mahfum, peran Superman dikatakan banyak orang adalah peran kutukan. Setiap pemeran Superman dikatakan akan mengalami kegagalan setelah sang aktor membintangi manusia baja ini. Catatan yang ada adalah, pemeran Superman di tahun '40 an, Kirk Allen, tamat dalam karir filmnya karena terlalu identik dengan Superman. George Reeves bunuh diri dengan menembakkan pistol di kepalanya pada tahun 1959. George Reeves adalah pemeran Superman di tahun '50 an.

Pemeran Superman paling terkenal, Christopher Reeves, juga tak luput dari kutukan ini. Seperti kita tahu, tak ada film Reeves yang  terkenal setelah Superman. Dan pada akhirnya ia mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari kuda pada tahun 1975. Reeves sendiri meninggal tahun 2004. Dan yang terbaru adalah Brandon Routh. Setelah menjadi Superman, karir Routh sepertinya sudah padam. Tak ada film nya yang muncul di permukaan. Bahkan salah satu filmnya, Dylan Dog : Dead of Night adalah salah satu film terburuk yang pernah saya lihat. Itu belum termasuk Dean Cain dan Tom Welling. Pemeran superman mini seri itu kurang bersinar lagi di dalam karirnya.

Apakah Henry Cavill akan rontok setelah perannya ini. Who knows. Yang pasti, sebelum mendapat peran besar ini, Henry bisa dikatakan adalah orang yang paling sial di dunia. Ia melewatkan peran-peran besar yang akhirnya disabet aktor lain dan jadi bersinar karena peran itu. Henry pernah gagal memerankan Cedrig Diggory (Harry Potter) dan Edward Cullen (twilight) yang keduanya disabet Robert Pattinson. Henry juga gagal mendapat peran James Bond yang direbut Daniel Craig. Dan pada 2006 lalu, Henry juga gagal mendapat peran di Superman Returns yang disabet Brandon Routh sebelum akhirnya ia yang terpilih di reboot ini. Well, semoga kesialan Henry berbanding terbalik dengan nasibnya setelah peran Superman.

Ini ilmu gothak-gathuk saya, mungkin semua pemeran Superman bernasib sial karena mereka mengenakan celana luar. Sementara Man of Steel ini nir celana luar. He he. Tapi ini cuma ilmu maksa. Tapi tak adanya celana luar ini penting lho karena saya juga mengkritisi jubah (sayap) Superman. Saya pikir, sayap merah itu sudah tak berguna lagi. Mungkin Zod sudah menunjukkan secara sambil lalu saat ia merobek dan membuang jubah hitamnya yang bentuknya mirip jubah Superman. Sangat lucu saat Superman duduk dengan jubah yang terjuntai dan lebih mirip kain lap itu. Dan lihat pula Zod membanting Clark dengan menarik jubahnya.

Pada Superman Returns, ada desas desus jika Superman tak akan menggunakan jubah lagi. Tetapi Bryan Singer tak berani. Ia tetap memasang (lagi-lagi) celana luar itu dan jubah tersebut. Saya harap tak melihat jubah itu lagi di sekuel mendatang. Sekuel ? Oh, tentu. Pasti ada sekuel Man of Steel ini. Mungkin the villain adalah Lex Luthor. Sudah ada petunjuknya di film itu kan.

No comments:

Post a Comment